Mechanical Engineering Ismanto Alpha's

Jumat, 04 Desember 2009

Variabel Proses Freis


Variabel Proses Freis


Elemen dasar proses pemesinan umumnya adalah merupakan besaran atau variabel yang dapat diatur/dipilih. Dimana Spesifikasi geometri dari suatu produk, komponen mesin. Salah satu atau beberapa jenis proses pemesinan harus dipilih sebagai suatu proses, ukuran objektif ditentukan dan pahat harus menghilangkan sebagian material benda kerja sampai ukuran objektif tersebut dicapai.
Elemen dasar proses freis adalah sebagai berikut:
1. Kecepatan potong (v)
Kecepatan potong untuk proses freis dapat didefinisikan sebagai kerja rata-rata pada sebuah titik lingkaran pada pahat potong dalam satu menit. [Krar, 1997].
2. Kecepatan Makan (vf)
Kecepatan makan didefinisikan sebagai jarak dari pergerakan benda kerja sepanjang jarak kerja untuk setiap putaran dari spindel [Krar, 1997].
3. Kedalaman Potong (a)
Kedalaman potong didefinisikan sebagai kedalaman geram yang diambil oleh pahat potong [Krar, 1997].
4. Waktu Pemotongan (tc)
Waktu pemotongan adalah waktu yang dibutuhkan untuk menghasilkan suatu produk [Krar, 1997].
5. Kecepatan Penghasilan Geram
Geram adalah potongan dari material yang dipindahkan dari benda kerja oleh pahat potong [Krar, 1997].
Variabel – variabel pada proses freis dapat ditentukan dengan memperhatikan gambar 4. Dalam hal ini rumus yang digunakan berlaku untuk kedua cara mengefreis, baik tegak maupun datar.




Gambar 4. Elemen dasar proses freis
Dimana, Benda kerja :
w = lebar pemotongan
lw = panjang pemotongan
a = kedalaman potong
Pahat Freis :
d = diameter luar pahat
z = jumlah gigi pahat (mata potong)
Mesin freis :
n = putaran poros utama
vf = kecepatan makan


Variabel proses freis adalah sebagai berikut :
1. Kecepatan Potong (cutting speed) : v = πdn / 1000 (m/min) (1)
2. Gerak makan pergigi : fz = vf / (zn) (mm/gigi) (2)
3. Waktu pemotongan : tc = lt / vf (min) (3)

Dimana : lt = lv + lw + ln (mm)
lv ≥ : untuk mengefreis datar lv ≥ 0 : untuk mengefres tegak ln ≥ 0 : untuk mengefreis datar
ln = d/2 : untuk mengefreis tegak

4. Kecepatan penghasilan geram: Z = (aw) (cm3/min) (4)

Berbeda dengan proses pemesinan yang lain, proses freis tidak menghasilkan geram dengan tebal yang tetap melainkan berbentuk koma. Tebal geram tersebut dipengaruhi gerak makan pergigi (fz) dan sudut posisi yang pada setiap saat berubah harganya karena perubahan posisi mata potong (gigi pahat freis).
posted by IsmantoAlpha's at 17.08

0 Comments:

Poskan Komentar

<< Home